Langsung ke konten utama

Kuliah Kerja Nyata (?) - Bagian 2

 

Halo! Jadi postingan kali ini akan melanjutkan cerita yang sebelumnya mengenai KKN, terkhususnya perjalan keberangkatan tim dari Yogykarta menuju Riau. Oh iya, tim kami tidak langsung berangkat dari Yogyakarta menuju ke Riau dengan pesawat karena pertimbangan biaya tiket yang lebih mahal. Oleh karena itu kami memakai opsi “ngeteng” dengan rute perjalanan dari Yogyakarta menuju Bandara Cengkareng (CGK) Jakarta menggunakan tranportasi bus, lalu dilanjutkan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Pekanbaru, Riau.

 Oleh karena perjalanan menuju lokasi KKN akan sedikit merepotkan dengan metode mengeteng, maka 2 orang perempuan bernama A dan B berinisiatif untuk mengurus  segala keperluan transportasi tim KKN. Selama masa-masa sibuk menuju hari keberangkatan tersebut, A dan B ini terlihat akrab sekali dan menikmati proses tersebut bahkan kedekatannya sudah seperti bayi kembar siam. Namun saat pertengahan perjalanan menuju bandara CGK,  tiba-tiba si B memilih untuk pindah kursi. Singkat cerita, sesampainya di pondokan KKN layakya operasi bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan, hubungan antara si A dan B pun  sudah tidak terlihat dekat lagi.

 Baik, kembali lagi pada cerita selama perjalanan di bus. Perlu diperhatikan dengan seksaama terkait posisi duduk kami selama di perjalanan bus, karena ini berkaitan dengan alur cerita ini. Jadi A dan B duduk bersama di kursi barisan urutan nomor 2  dari paling depan. Selanjutnya saya duduk bersama Eli pada barisan kursi tengah. Saat itu saya membawa 1 tas backpack yang saya taruh dibawah kaki saya, sedangkan Eli tidak membawa tas. Nah, di depan saya persis ada Fitri yang memakai jaket kulit dan jaketnya ditaruh pada kursi yang sering sekali jatuh serta membawa 1 tas backpack juga.

Perjalanan dalam bus ini menjadi masalah besar dan membuat 1 tim tidak nyaman dalam perjalanan dikarenakan bus tiba-tiba semerbak bau pesing. Bayangkan betapa tersiksanya 1 tim harus mencium aroma tidak sedap selama lebih dari 6 jam perjalanan. Awalnya bau menyengat tersebut tercium sekitar dari barisan kursi depan ke tengah, sedangkan dari barisan tengah ke belakang tercium bau tersebut tetapi samar-samar. Pada saat itu tim sudah mulai mempertanyakan dari mana asal muasal bau tersebut, namun si A ini terlihat sibuk sendiri dan menyatakan “ituloh kalian kan habis dari kamar mandi umum pasti becek dan nempel-nempel di sepatu kalian baunya makanya bus juga jadi ikutan bau pesing.” Lumayan masuk akal juga alasan tersebut, oleh karena itu banyak yang inisiatif mencipratkan minyak kayu putih di sepanjang lorong bus supaya bau pesing tersebut tersamarkan, tetapi tidak terlalu berpengaruh karena seperti sudah menjalar kemana-mana baunya. Selain itu aroma di bus juga jadi campur-campur, malah membuat orang-orang semakin pusing saja.

 Sesampainya di bandara CGK, benar saja dong rasanya bau pesing menempel di rombongan tim kami. Hidung saya kan cukup sensitif ya, saya tidak tahan sekali berjalan di belakang atau dekat dengan Fitri, seperti bau pesingnya menempel sekali di jaket kulit dan tasnya.  Terlihat yang lain pun secara otomatis agak menghindari berada di dekat Fitri. Sebenarnya saya pun merasa tas backpack saya juga bau, tapi seperti samar-samar begitu baunya. Teman-teman lainnya pun merasa juga kalau barang-barangnya yang diletakkan di bawah kursi juga menjadi bau, tapi mungkin memang sialnya Si Fitri saja karena baunya melekat dan menyengat sekali di jaket kulitnya hahaha L Entahlah, tapi dugaan saya tas dan jaket Fitri yang jatuh cukup membantu menahan cairan urin yang menyebar ke area lorong bawah kaki saya dan ke belakang hehe.

 Kami pun berjumpa dengan banyak rombongan KKN UGM lainnya yang memang sedang menunggu penerbangan ke lokasi KKN masing-masing. Untungnya bandara itu kan ruangan tunggunya cukup luas, kemungkinan aroma menyengat kami tidak tercium. Lagipula rombongan tim juga menyempatkan waktu untuk bebersih diri mencuci muka, gosok gigi dan berganti baju sih sesampainya di bandara supaya tidak terlihat dekil, tetapi rasanya tidak terlalu berpengaruh karena bau tersebut kan tetap menempel di tas yang akan ditaruh dalam kabin pesawat ya. Kemungkinan besar sih pramugrai Garuda Indonesia yang memperharikan, dalam hati bergumam “Astaga rombongan bopung (bocah kampung) gelandangan mana ini, terlihat kucel dan bau pesing” hehehe J

Setelah sampai di Pekanbaru, Riau tidak lama kami dijemput oleh rombongan pemerintah daerah Kabupaten Kuantan Singingi untuk menuju daerah tersebut. Perjalanan ditempuh cukup lama, ada suatu daerah yang saya sempat khawatir dalam hati haduh jangan-jangan ditempatkan di sini (daerah Kampar), syukurnya ternyata hanya berhenti untuk melakukan isoma dan selanjutnya kami melanjutkan perjalanan kembali. Sesampainya di kantor Bupati Kuantan Singingi, ternyata masih ada acara penyambutan kedatangan rombongan KKN PPM UGM dan disertai makan malam bersama. Akhirnya baru sampai pondokan tempat tinggal  pukul 22.00 WIB dan masih ada acara ramah tamah dengan aparat desa setempat. Selanjutnya pun kami bekerja bakti untuk membersihkan kamar-kamar dan kamar mandi yang akan kami tempati. Kamar mandi hanya tersedia 3 yang akan dipergunakan  oleh tim yang berjumlah 30 orangJ. Kami terpaksa bersabar mengantri mandi sambil mengantuk, mengingat sudah 2 hari belum mandi dan rasanya rishi sekali. Mantap jiwa sekali pokoknya kalo mengingat pengalaman ini khususnya perjalanan keberangkatan!

Seminggu setelah kita sampai di lokasi KKN aktivitas yang kami lakukan masih seputar observasi daerah, kira-kira program apa saja yang cocok dilaksanakan pada daerah ini dan kami sesama tim pun mulai saling akrab satu sama lain. Tidak ada angina dan hujan, tiba-tiba saja sedang asik berkumpul si B bercerita  kenapa tidak mau dekat lagi dengan si A dan mengingatkan kembali kejadian bau pesing saat perjalanan dalam bus. Singkat cerita ternyata saat dalam perjalanan di dalam bus,  si A sudah tidak tahan untuk buang air kecil, tetapi bukannya memberi tahu supir agar berhenti mampir, eh malah berinisiatif buang air kecil di dalam botol aqua. Menurut si A hal emergency sepert itu sudah biasa dilakukan oleh anak-anak pecinta alam jadi tidak masalah. Sayangnya hari sial tidak melihat tanggalan ya, ternyata botol tersebut tumpah, sehingga urin tersebut menjalar kemana-mana. Jadi bisa dibayangkan lah ya bagiamana bau semerbaknya di bus tersebut.

Rasanya kesal sekali kami sehabis mendengar kronologi kejadiannya, apalagi si Fitri jengkel sekali karena merasa dikucilkan 1 tim perkara bau yang menempel di barang-barangnya terlalu menyengat hahaha. Pantas sajalah saat baru tiba di lokasi pondokan KKN, Si A ini tiba-tiba cosplay menjadi malaikat dan menawarkan kebaikan dengan kalimat “yaudah-yaudah karena pada jijikan yang pada merasa kebaukan besok aku bantuin cuciin semua deh yang merasa barang-barangnya kebaukan.” Kami saat itu menolak tawaran tersebut, karena merasa yasudahlah memang lagi kena sial saja jadinya bertanggungjawab atas barang masing-masing pribadi. Seandainya kami tahu kejadian sebenarnya, kalau penyebab masalah ini adalah si A, sudah pastilah kami suruh cuciin semua jaket dan tas kita yang kena urinnya yang bau itu. Sialan!

Bahkan sampai sekarang saya masih tidak habis pikir, kok bisa ya ada orang yang kepikiran buang air kecil di dalam botol apa ya tidak nyiprat kemana-mana. Buskan dalam perjalanan kan goyang-goyang caranya bagaimana ya(?) Kok bisa ya menyamakan sedang berada di alam dengan kondisi sedang berada di ruangan tertutup dan banyak orang(?) Kenapa ya ada manusia bisa sejorok itu (?) Padahal sudah dewasa akal pikirnnya tidak dipergunakan untuk berpikir jika tindakannya tersebut beresiko dan dapat merugikan orang lain -____-

Sebenarnya banyak lagi sih drama KKN yang aneh, unik dan diluar nalar berpikir, tapi sepertinya kalau terlalu niat buat diceritain bisa-bisa jadi 1 novel sendiri deh hahaha. Ya sudahlah, sekian postingan kali ini. Adios!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Berbau Klenik

  Ternyata hari ini saya terlalu bersemangat untuk menggunggah 2 (dua) sekaligus cerita lanjutan dari postingan sebelumnya hahaha Lalu apakah pernyataan tarot reader dahulu pernah kejadaian? Puji Tuhan sampai dengan saat ini belum pernah kejadian santet/klenik atau apapun itu menimpa saya dan jangan sampai terjadi. Namun saya akan menceritakan pengalaman pertama kali menangani kasus yang berbau mistis. Jadi kasus ini merupakan kasus litigasi pertama yang saya tangani, kasus terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dimana klien yang saya pegang ini adalah pengusaha selaku pihak Tergugat yang mana digugat oleh 3 (tiga) karyawannya. Setelah beberapa kali pertemuan dengan klien dan menggali informasi lebih dalam terkait kasus ini, kami diberi tahu bahwa 2 (dua) orang penggugat tersebut menggunakan klenik. Pernah ada peristiwa dimana halaman dari salah satu cabang usaha milik klien disirami dengan air beserta bunga-bunga yang biasa digunakan untuk ziarah oleh kedua penggugat terseb...

DONOR DARAH (2024)

  Halo! Setelah sekian lama tidak update blog, hari ini saya melihat file draft tulisan yang pernah saya buat dan memutuskan untuk memposting terkait pengalaman pertama kali donor darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau biasa disebut RSCM. Sebenarnya tulisan ini sudah saya tulis draft mentahannya pada bulan Februari 2024, tetapi baru ada semangat untuk menyelesaikan dan mengeditnya sekarang hehe. Kenapa saya tiba-tiba ingin melakukan donor darah? Sebenarnya ini salah satu resolusi awal tahun 2024 supaya lebih bermanfaat bagi sesama disesuaikan dengan kemampuan yang saya bisa. Salah satu hal yang dapat saya lakukan dengan melakukan donor darah, bagi saya ini adalah salah satu hal yang sederhana tetapi sangat besar manfaatnya khususnya dibidang kesehatan bagi yang membutuhkan yaitu penerima donor dan juga bagi pendonornya tersendiri. Sebelumnya saya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan donor darah tetapi ya sudah lama sekali, sepertinya terakhir saat acara bakt...