Langsung ke konten utama

Kasus Berbau Klenik

 

Ternyata hari ini saya terlalu bersemangat untuk menggunggah 2 (dua) sekaligus cerita lanjutan dari postingan sebelumnya hahaha

Lalu apakah pernyataan tarot reader dahulu pernah kejadaian?

Puji Tuhan sampai dengan saat ini belum pernah kejadian santet/klenik atau apapun itu menimpa saya dan jangan sampai terjadi. Namun saya akan menceritakan pengalaman pertama kali menangani kasus yang berbau mistis. Jadi kasus ini merupakan kasus litigasi pertama yang saya tangani, kasus terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dimana klien yang saya pegang ini adalah pengusaha selaku pihak Tergugat yang mana digugat oleh 3 (tiga) karyawannya. Setelah beberapa kali pertemuan dengan klien dan menggali informasi lebih dalam terkait kasus ini, kami diberi tahu bahwa 2 (dua) orang penggugat tersebut menggunakan klenik. Pernah ada peristiwa dimana halaman dari salah satu cabang usaha milik klien disirami dengan air beserta bunga-bunga yang biasa digunakan untuk ziarah oleh kedua penggugat tersebut. Kami pun diminta untuk untuk waspada selalu dalam menangani kasus tersebut.

Tentu saja dengan diperingati seperti hal di atas, kami selalu waspada dalam segala sesuatunya. Pernah ada hari dimana saat itu adalah agenda sidang kasus ini, karena saya yang in charge di kasus ini dan semua berkas sudah saya bawa hari sebelumnya sehingga pada hari sidang tidak perlu mampir kantor maka saya selalu datang awal sekdisaat itu saya dan rekan saya datang terlalu pagi dan belum sarapan, akhirnya kami memutuskan untuk sarapan di warung yang berada persis di depan pengadilan. Begitu masuk langsung  terlihat para penggugat tersebut sedang sarapan juga, akhirnya kami langsung memutuskan untuk pindah tempat makan, jujur saja was-was apa yang kami konsumsi di situ  nanti dibaca-bacakan mantra malah jadi keracunan lagi J Ini seriusan sih, kondisi yang sebenarnya sedikit takut tetapi harus dipaksa berani dan waspada.

Masih dengan kasus yang sama, karena sering melakukan briefing terhadap saksi-saksi yang akan diajukan dalam agenda pemeriskaan saksi tergugat, kami tahu pasti kesiapan dari saksi X dan saksi Y yang akan kami ajukan. Bahkan h-1 agenda pemeriksaan, saya sendiri masih bertemu dengan saksi X (empat mata) dan beliau meminta sekali lagi latihan tanya jawab dan menurut saya sudah terlihat sangat siap untuk agenda besok. Hari yang ditunggu pun tiba, pagi hari itu saya tidak langsung ke pengadilan tapi mampir ke kantor terlebih dahulu menjemput rekan dan anak magang yang mau ikut melihat sidang. Begitu sampai ke pengadilan, senior saya menyuruh saya mencari fotokopi terdekat untuk mencetak scan dari foto KTP saksi X, senior saya mengirim pesan jika saksi X tidak membawa dompetnya. Mata saya pun langsung tertuju ke bawah melihat alas kaki yang digunakan saksi X adalah sandal (tata tertib sidang di pengadilan wajib menggunakan pakaian yang sopan serta memakai sepatu), untungnya saat itu baju yang dikenakan masih rapi dan alas kaki yang dikenakan saksi X tidak dipermasalahkan sama sekali.  Namun semua itu masih permulaan, yang menjadi gongnya adalah sepanjang tanya jawab yang terjadi dalam sesi itu saksi kami tiba-tiba seperti orang linglung, banyak menjawab tidak tahu, benar-benar berbanding terbalik dengan apa yang sudah dipersiapkan. Saksi Y saat itu pulang bersama suaminya dan saya beserta rekan saya mengantarkan saksi X pulang. Kalau dikatakan mungkin saksi X panik karena pertama kalai bersaksi di ruang pengadilan yang ramai  saya rasa sih sepertinya tidak karena saksi X tipekal orang yang public speaking-nya bagus, pembawaannya tenang, dan HRD kan memang biasa ya berhadapan dengan banyak Justru hal yang paling aneh adalah biasa saat pertemuan saksi X berpakaian trendy dan selalu memakai sepatu, tetapi hari itu sama sekali tidak membawa apa-apa selain diri. Kejadaian tersebut menyadarkan saya bahwa percaya tidak percaya ya memang “orang usil” itu ada, tetapi yasudah lah.

Pernah juga dengan klien yang sama namun kasus yang berbeda, saat itu agendanya adalah sita ekseskusi. Saat kejadian saya datang siang hari, dikarenakan tugas saya pagi hari itu adalah mendaftarkan gugatan terlebih dahulu baru menyusul ke lokasi perkara. Saat tiba di lokasi properti milik klien kami, ternyata sudah dipenuhi dengan banyak tukang, ormas, polisi dan juga wartawan. Saat masuk ke dalam gedung bangunan tentu saja sangat berantakan sekali, banyak orang yang berkeliaran membawa barang-barang milik klien kami keluar gedung untuk selanjutnya dibawa ke gudang sewaan. Saat itu mengawasi agenda tersebut, senior saya mengingatkan untuk selalu fokus dan membaca doa dalam hati dikarenakan menurtunya penggugat mempunyai “pegangan” tersendiri. Saya hanya bisa berkata dalam hati “Ya ampun Tuhan, ini kenapa sih orang-orang ini identik sekali percaya klenik beginian.”

Berdasarkan cerita-cerita yang telah saya ceritakan di atas, bahkan melihat mantan bos saya dahulu yang cukup kejawen dan sering mengingatkan hal-hal klenik seperti ini nyata pada profesi yang kami tekuni, rasanya jadi muak sendiri. Jujur setelah saya berhenti dari kantor lama tersebut, saya merasa jauh lebih lega, tenang dan damai karena tidak perlu lagi mendengarkan hal-hal yang berbau klenik yang sering mereka bahas. Menurut saya jangan sampai salah fokus dalam hal menaagani perkara, daripada  terlalu berfokus kepada “ilmu yang tidak terlihat” lebih fokus pada penyelesaian kasus dengan diimbangi dengan meningkatkan kapasitas pengetahuan dengan ilmu yang pasti.

Pada intinya saya juga berpendapat mau siapapun dan apapun profesinya selama orang yang bersangkutan menggunakan klenik dalam hal untuk penglaris usaha, mendapatkan klien, mematikan usaha dan mengerjai musuh, atau apapun itu kegiatannya adalah bentuk dari ketidakpercayaan diri atas kemampuan yang dimilikinya sendiri.  

Saya percaya bahwa kejahatan dari roh kegelapan itu memang benar ada. Seandainya pun saya dihadapkan dengan orang yang bermain klenik, saya lebih memilih untuk tidak mau tahu sama sekali juga. Kalau dulu saya sempat takut dan dipaksa harus berani, sekarang lebih santai karena saya percaya dalam keyakinan saya bahwa hal-hal tersebut tidak akan mempan & ditengking bagi orang-orang yang percaya. Pelajaran juga bagi saya bahwa dalam bertindak dan berucap harus berhati-hati karena profesi yang digeluti bertujuan untuk menyelesaikan suatu kasus, namun kenyataan dalam prosesnya justru bisa menimbulkan konflik sesama sehingga menambah musuh atau sebaliknya malah menambah relasi.

Baiklah sekian postingan saya kali ini, semoga dari 2 (dua) postingan yang cukup banyak flashbacknya ini ada nilai-nilai yang bisa dipetik oleh pembaca. Semisal alamat atau rekomendasi tarot reader yang terpercaya begitu J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliah Kerja Nyata (?) - Bagian 2

  Halo! Jadi postingan kali ini akan melanjutkan cerita yang sebelumnya mengenai KKN, terkhususnya perjalan keberangkatan tim dari Yogykarta menuju Riau. Oh iya, tim kami tidak langsung berangkat dari Yogyakarta menuju ke Riau dengan pesawat karena pertimbangan biaya tiket yang lebih mahal. Oleh karena itu kami memakai opsi “ ngeten g ” dengan rute perjalanan dari Yogyakarta menuju Bandara Cengkareng (CGK) Jakarta menggunakan tranportasi bus, lalu dilanjutkan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Pekanbaru, Riau.   Oleh karena perjalanan menuju lokasi KKN akan sedikit merepotkan dengan metode mengeteng, maka 2 orang perempuan bernama A dan B berinisiatif untuk mengurus   segala keperluan transportasi tim KKN. Selama masa-masa sibuk menuju hari keberangkatan tersebut, A dan B ini terlihat akrab sekali dan menikmati proses tersebut bahkan kedekatannya sudah seperti bayi kembar siam. Namun saat pertengahan perjalanan menuju bandara CGK,   tiba-tiba si B memilih u...

DONOR DARAH (2024)

  Halo! Setelah sekian lama tidak update blog, hari ini saya melihat file draft tulisan yang pernah saya buat dan memutuskan untuk memposting terkait pengalaman pertama kali donor darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau biasa disebut RSCM. Sebenarnya tulisan ini sudah saya tulis draft mentahannya pada bulan Februari 2024, tetapi baru ada semangat untuk menyelesaikan dan mengeditnya sekarang hehe. Kenapa saya tiba-tiba ingin melakukan donor darah? Sebenarnya ini salah satu resolusi awal tahun 2024 supaya lebih bermanfaat bagi sesama disesuaikan dengan kemampuan yang saya bisa. Salah satu hal yang dapat saya lakukan dengan melakukan donor darah, bagi saya ini adalah salah satu hal yang sederhana tetapi sangat besar manfaatnya khususnya dibidang kesehatan bagi yang membutuhkan yaitu penerima donor dan juga bagi pendonornya tersendiri. Sebelumnya saya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan donor darah tetapi ya sudah lama sekali, sepertinya terakhir saat acara bakt...