Langsung ke konten utama

Kuliah Kerja Nyata(?) - Bagian 1

 Halo! Kali ini saya mau bercerita mengenai salah satu pengalaman kuliah yaitu saat menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun 2018. Sebenarnya pada awalnya saya sudah bergabung dengan tim yang ditempatkan ke wilayah Wamena di Papua, tetapi setelah izin kepada kakak saya justru malah dimarahi karena aneh-aneh, diancam tidak diberikan uang tambahan dan disuruh naik sampan aja ke Papuanya tidak usah naik pesawat hahahaJ. Akhirnya saya pun bergabung dengan tim yang lain dan mendapat penempatan yang berlokasi di Desa Toar, Gunung Toar,  Kuantan Singingi, Riau.

Semasa menjalani masa KKN ada satu cerita yang selalu saya ingat sampai dengan sekarang hehehe. Jadi begini, pada suatu hari ketika saya sedang sarapan soto bersama teman saya yang bernama Eli, baru beberapa suapan diawal saya merasa ada yang tidak beres dengan perut dan seketika saya langsung muntah. Namun hal yang aneh adalah muntahan saya ini berwarna hijau neon, sedangkan soto yang barusan dimakan merupakan soto bening. Saat itu Ibu penjual makanan yang menyaksikan saya muntah terlihat kaget dan langsung membawa saya dan Eli bertemu dengan beberapa orang dan menuju ke suatu pohon. Kemudian dahi saya beberapa kali diolesi buah dari pohon teresebut sambil dibacakan doa-doa oleh si Ibu Penjual makanan. Saya pun dijelaskan bahwa kemungkinan saya diikuti oleh salah satu penunggu di pondokan tempat saya dan tim tinggal. Beliau juga menjelaskan bahwasanya rumah tersebut  terdapat pintu portal gerbang menuju dunia lain J  dan  memberi tahu agar anak-anak KKN tidak terlalu berisik apabila sudah malam hari, kemungkinan penunggu pondokan tersebut terganggu. Kalau menurut saya pribadi sih, sebenanrya sedang disindir secara halus juga lantaran beberapa orang pada tim saya sering berisik bermain gitar hingga larut malam. Kemungkinan warga sekitar juga merasa terganggu dengan kelakuan kami.

Jangan ditanya perasaan saya takut atau tidak. Seketika saya menjadi ingat Tuhan, selama 3 (tiga) hari sakit kegiatan saya hanya tiduran dan berpelukan dengan Eli sambil mendengarkan lagu rohani Kristen. Berhubung Eli ini anak pendeta, pokoknya saya selalu minta didoakan terus sama Eli. Asli pada saat itu saya nempel terus dengan Eli karena takut, padahal formasi biasa kami tidur adalah saya tidur diantara Sa’adah dan Tata, kemudian setelah sholat subuh baru Eli akan pindah tidur di sebelah saya sambil minta dibagi selimut sampai pagi (biasanya kami baru bangun sekitar jam 07.00 WIB). Aduh saya menulis ini sambil membayangkan dan mengingat-ingat, jadi rindu masa-masa tersebut haha.

Lanjut! Singkat cerita akhirnya kami lekas pulih dan dapat melanjutkan aktivitas program kembali sampai dengan masa KKN selesai. Sayangnya, beberapa hari sebelum kembali ke Yogyakarta, entah kenapa tiba-tiba telinga saya tidak bisa mendengar sebelah. Akhirnya setelah sampai di Yogyakarta saya langsung periksa ke poli Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Rumah Sakit Happy Land dan tindakan pengambilan kontoran telinga. Rasanya telinga saya lega sekali saat itu, suara semut bisik-bisik pun bisa saya dengar hahaha. Selain itu pun tenggorokan saya juga diperiksa dan ternyata ada radang tenggorokan yang dikarenakan asam lambung yang naik. Jadi selama ini saya tidak pernah sadar kalau saya punya asam lambung, lalu saya teringat karena memang saya KKN berlokasi di tanah Melayu yang mana makanan sehari-hari saya adalah Nasi Ampera (warung makan padang), lontong sayur, sate padang, soto dan durian terus-menerus tiada henti yang mana menu makanan tersebut kan memang memicu asam lambung ya. Kemudian saya merenung dan mencoba berpikir secara alamiah mengaitkan pola makan saya selama masa KKN dengan kejadian saya muntah-muntah dan diare yang dipikir oleh warga setempat saya diikuti oleh penunggu di sana. Entah mengapa seketika saya merasa jadi orang yang sangat bodoh, rasa takut saya yang luar biasa pada waktu tersebut seketika terasa sia-sia.

Kalau dipikir-pikir semasa KKN saya berasa lagi ternak penyakit deh. Diawali dengan air yang kualitasnya buruk (bau besi yang menyengat dan licin di kulit) yang memicu psoriasis gutata saya muncul untuk pertama kalinya, diare dan muntah-muntah selama beberapa hari, dan ditutup dengan telinga saya yang tidak bisa mendengar sebelah. Bahkan  saya selalu curi kesempatan setiap hari Minggu ke kota untuk beribadah dan belanja  kepentingan pribadi yang vital yaitu aqua botol literan 1 dus  dan  Dettol cair antiseptik untuk mandi. Padahal pondok tempat saya tinggal punya usaha isi ulang air minum galon, tetapi setelah melihat prosesnya dan demi keselamatan perut saya yang “katrok” lebih baik boros sedikit. Saya tidak peduli sih saat itu dianggap sok bersih, eksklusif, dan lain-lain yang terpenting sudah melakukan mitigasi lagipula resiko kesehatan kan ditanggung masing-masing pribadi hehe.

Baiklah sekian cerita sewaktu KKN, berikutnya akan saya bagiikan juga salah satu cerita semasa KKN yang membuat saya tidak habis pikir (kalau sudah terkumpul niat menulis hehe).

 

Bye! Pamit dahulu ya!


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliah Kerja Nyata (?) - Bagian 2

  Halo! Jadi postingan kali ini akan melanjutkan cerita yang sebelumnya mengenai KKN, terkhususnya perjalan keberangkatan tim dari Yogykarta menuju Riau. Oh iya, tim kami tidak langsung berangkat dari Yogyakarta menuju ke Riau dengan pesawat karena pertimbangan biaya tiket yang lebih mahal. Oleh karena itu kami memakai opsi “ ngeten g ” dengan rute perjalanan dari Yogyakarta menuju Bandara Cengkareng (CGK) Jakarta menggunakan tranportasi bus, lalu dilanjutkan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Pekanbaru, Riau.   Oleh karena perjalanan menuju lokasi KKN akan sedikit merepotkan dengan metode mengeteng, maka 2 orang perempuan bernama A dan B berinisiatif untuk mengurus   segala keperluan transportasi tim KKN. Selama masa-masa sibuk menuju hari keberangkatan tersebut, A dan B ini terlihat akrab sekali dan menikmati proses tersebut bahkan kedekatannya sudah seperti bayi kembar siam. Namun saat pertengahan perjalanan menuju bandara CGK,   tiba-tiba si B memilih u...

Ternyata Ada Loh!

  Halo, masyarakat! Setelah sekian lama tidak posting tulisan di blog ini, kini saatnya update kehidupan dahulu supaya terlihat masih hidup! Tulisan ini saya buat dalam rangka memasuki awal tahun 2024 dan pada bulan penuh kasih sayang, meskipun saya rasa kasih itu ada dan harus ditunjukkan setiap hari bukan hanya pada waktu tertentu saja. Latarbelakang postingan kali ini dikarenakan setelah beberapa tahun merasa kehidupan saya sedang tidak baik-baik saja, terkhususnya selama 1 (satu) tahun belakang (akan saya bahas bada postingan berikutnya). Namun, setelah saya renungkan, dibalik banyak hal yang tidak mengenakkan yang hadir di hidup saya, ternyata terdapat hal-hal yang baru disadari berawal dari kata sederhana yaitu " ternyata ada loh " tetapi jika dijabarkan menjadi luas maknanya. Ternyata ada loh orang yang selalu meyakinkan saya untuk tidak selalu menyalahkan diri sendiri dan trauma atas masa lalu yang saya lewati. Ternyata ada loh orang yang selalu me...

TIPS MENDAPATKAN VAKSIN COVID-19 MESKIPUN KEHABISAN QUOTA

  Postingan sayang kali ini akan menceritakan pengalaman saya berburu vaksin covid-19 dengan merek Moderna. Tidak seperti di Ibu Kota Jakarta yang terdapat berbagai macam jenis vaksin seperti Moderna, Pfizer, Aztrazeneca, Sinovac dan Sinopharm, jenis vaksin yang tersedia di   D.I.Yogyakarta mayoritas menggunakan Sinovac. Sebenarnya untuk wilayah kabupaten Kota Yogyakarta dan Sleman sudah terdapat jenis vasksin Moderna namun didahulukan untuk booster Tenaga Kesehatan dan untuk masyarakat umum menunggu JukNis yang tidak kunjung turun. Namun pada awal bulan September 2021, Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul   mendapatkan banyak sekali hibah jenis vaksin Moderna dan masyarakat umum diperbolehkan vaksin dengan merek tersebut. Saya pun mencoba mendaftar pada website ikutvaksin.bantulkab.go.id , namun kali ini saya kurang beruntung sebab quota untuk masyarakat berKTP Non-Bantul telah habis.             Selang beb...