Langsung ke konten utama

Belum Genap 2 Tahun Lulus Sudah Disumpah Advokat

             Pada postingan kali ini, saya akan menceritakan mengenai proses perjalanan saya untuk mengikuti Pelantikan dan Pengangkatan Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (PERADI RBA) Daerah Istimewa Yogyakarta.

            Saya mengetahui adanya pembukaan pendaftaran ini seminggu sebelum pendaftaran ditutup dari salah satu senior lawyer di tempat saya bekerja dahulu. Padahal sebelumnya saya selalu follow up bertanya informasi sumpah advokat untuk waktu terdekat kepada salah satu pihak admin PERADI RBA Pusat, namun jawabannya selalu belum ada informasi dan kemungkinan baru ada pertengahan tahun. Bahkan pada website resmi PERADI RBA peradi.co juga tidak ada pengumuman penyumpahan di PT Yogyakarta. Saya bingung, kenapa antara pusat dan cabang tidak satu informasi, tetapi ini menjadi pembelajaran bagi rekan-rekan yang akan disumpah advokat untuk ke depannya lebih baik menanyakan informasi langsung kepada pihak DPC daerah setempat terkait jadwal penyumpahan yang akan datang. 

            Bagi calon advokat yang penasaran untuk kelengkapan berkas pendaftaran yang perlu diserahkan apa saja, dapat melihat poster pengumuman di bawah ini 

Sebagai informasi tambahan selain persyarat di atas, calon advokat juga wajib untuk menyerahkan fotokopi KTP dan KK yang telah dilegalisir oleh notaris masing-masing sebanyak 1 lembar.

            Banyaknya persyaratan pendaftaran di atas cukup membuat saya pusing dikarenakan harus diserahkan dalam jangka  waktu kurang dari seminggu dan ditambah lagi saya belum mengambil sertifikat Ujian Profesi Advokat (UPA) yang masih  tersimpan aman di DPN Pusat Jakarta. Untungnya salah satu admin DPN Peradi RBA Pusat sangat kooperatif untuk segera mempersiapkan sertifikat UPA saya yang akan diambil oleh kakak saya untuk selanjutnya dikirimkan ke Yogyakarta. Singkat cerita pada tanggal 4 Februari 2021, segala berkas persyaratan untuk Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat saya sudah lengkap dan siap untuk dikumpulkan kepada panitia penyelenggara.

            Namun, ada salah satu syarat pendaftaran yang membuat saya ragu untuk mengikuti Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat ini.  Coba perhatikan gambar ijazah saya berikut ini!

Pada gambar di atas tertera jika saya dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum (S.H.)  atau kata lainnya adalah Yudisium pada tanggal 31 Januari 2019. Selanjutnya, Ijazah diterbitkan dan diserahkan pada saat wisuda pada tanggal 22 Mei 2019.   

            Permasalahannya adalah apabila Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat diselenggarakan pada bulan Februari, Maret ataupun April jika kelulusan diperhitungkan berdasarkan tanggal diterbitkannya ijzah maka saya belum genap 2 tahun lulus dari Pendidikan Tinggi Hukum. Akan tetapi, jika diperhitungkan sejak saya Yudisium maka persyaratan tersebut telah saya penuhi. 

Mungkin para pembaca ada yang bingung, persyaratan untuk menjadi calon advokat yang terpentingkan memperoleh Surat Keterangan Magang yang intinya menyatakan bahwa calon advokat telah melaksanakan kegiatan  magang sekurang-kurangnya 2 tahun berturut-turut pada kantor Advokat. Namun, perlu diperhatikan bahwa untuk menjalani kegiatan magang di kantor Advokat tersebut harus memenuhi persyaratan lain yaitu merupakan Lulusan Pendidikan Tinggi Hukum sebgaiamana dimaksud dalam Undang-Undang Tentang Advokat. Seumpama, ada calon advokat yang sudah magang di kantor advokat selama berkuliah tetap saja yang terhitung  2 tahun secara terus menerus adalah setelah dinyatakan Lulus dari Pendidikan Tinggi Hukum. Oleh karena itu, antara jangka waktu kelulusan dan magang advokat adalah satu kesatuan yang saling berkaitan dalam persyaratan Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat.

            Kembali lagi ke permasalahan saya, saya sendiri juga sempat khawatir apakah berkas saya akan lolos verifikasi atau tidak. Setelah berbincang dengan Mas Wanda (Kliwon) selaku Ketua Panitia Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat  terkait permasalah ijazah saya ini, Mas Wanda akan mencoba menayakan hal tersebut kepada pihak panitia Pengadilan Tinggi Yogyakarta. Setelah beberapa kali konfirmasi kepada ketua penyelenggara, akhirnya mendapat kepastian jika berkas saya sudah lolos verifikasi dan tinggal menunggu tanggal pastinya kapan acara Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat diselenggarakan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta.

            Puji Tuhan, berkat bantuan dan doa dari keluarga, teman-teman dan panitia penyelenggara, setelah beberapa kali jadwal  Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat mundur dikarenakan lonjakan Pandemi Covid-19 di Yogyakarta, pada tanggal 20 April 2021 saya sudah  resmi diangkat dan diambil sumpah sebagai advokat pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta.


 

            Berdasarkan pengalaman saya di atas, kesimpulannya adalah tanggal ijazah yang menjadi patokan telah lulus 2 Tahun dari Pendidikan Tinggi Hukum terhitung berdarkan tanggal Yudisium yang tertera. Ingat Yudisium ya rekan-rekan, bukan tanggal dari pendadaran kalian. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga apakah tipekal ijazah rekan-rekan mencantumkan tanggal Yudisium dan diterbitkannya Ijazah atau hanya tanggal Ijazah saja.

            Sekian, informasi yang dapat saya berikan kepada para pembaca semoga bermanfaat terkhususnya bagi calon advokat yang siap untuk disumpah.  Jika terdapat pertanyaan dapat ditanyakan pada kolom komentar atau pun bertanya melalui email saya matio.naiggolan@gmail.com

Komentar

Anonim mengatakan…
Keren banget kak tulisannya!
Ditunggu tulisan berikutnya ya EnsiklopedIO!! 😊😊

Postingan populer dari blog ini

Kuliah Kerja Nyata (?) - Bagian 2

  Halo! Jadi postingan kali ini akan melanjutkan cerita yang sebelumnya mengenai KKN, terkhususnya perjalan keberangkatan tim dari Yogykarta menuju Riau. Oh iya, tim kami tidak langsung berangkat dari Yogyakarta menuju ke Riau dengan pesawat karena pertimbangan biaya tiket yang lebih mahal. Oleh karena itu kami memakai opsi “ ngeten g ” dengan rute perjalanan dari Yogyakarta menuju Bandara Cengkareng (CGK) Jakarta menggunakan tranportasi bus, lalu dilanjutkan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Pekanbaru, Riau.   Oleh karena perjalanan menuju lokasi KKN akan sedikit merepotkan dengan metode mengeteng, maka 2 orang perempuan bernama A dan B berinisiatif untuk mengurus   segala keperluan transportasi tim KKN. Selama masa-masa sibuk menuju hari keberangkatan tersebut, A dan B ini terlihat akrab sekali dan menikmati proses tersebut bahkan kedekatannya sudah seperti bayi kembar siam. Namun saat pertengahan perjalanan menuju bandara CGK,   tiba-tiba si B memilih u...

Ternyata Ada Loh!

  Halo, masyarakat! Setelah sekian lama tidak posting tulisan di blog ini, kini saatnya update kehidupan dahulu supaya terlihat masih hidup! Tulisan ini saya buat dalam rangka memasuki awal tahun 2024 dan pada bulan penuh kasih sayang, meskipun saya rasa kasih itu ada dan harus ditunjukkan setiap hari bukan hanya pada waktu tertentu saja. Latarbelakang postingan kali ini dikarenakan setelah beberapa tahun merasa kehidupan saya sedang tidak baik-baik saja, terkhususnya selama 1 (satu) tahun belakang (akan saya bahas bada postingan berikutnya). Namun, setelah saya renungkan, dibalik banyak hal yang tidak mengenakkan yang hadir di hidup saya, ternyata terdapat hal-hal yang baru disadari berawal dari kata sederhana yaitu " ternyata ada loh " tetapi jika dijabarkan menjadi luas maknanya. Ternyata ada loh orang yang selalu meyakinkan saya untuk tidak selalu menyalahkan diri sendiri dan trauma atas masa lalu yang saya lewati. Ternyata ada loh orang yang selalu me...

TIPS MENDAPATKAN VAKSIN COVID-19 MESKIPUN KEHABISAN QUOTA

  Postingan sayang kali ini akan menceritakan pengalaman saya berburu vaksin covid-19 dengan merek Moderna. Tidak seperti di Ibu Kota Jakarta yang terdapat berbagai macam jenis vaksin seperti Moderna, Pfizer, Aztrazeneca, Sinovac dan Sinopharm, jenis vaksin yang tersedia di   D.I.Yogyakarta mayoritas menggunakan Sinovac. Sebenarnya untuk wilayah kabupaten Kota Yogyakarta dan Sleman sudah terdapat jenis vasksin Moderna namun didahulukan untuk booster Tenaga Kesehatan dan untuk masyarakat umum menunggu JukNis yang tidak kunjung turun. Namun pada awal bulan September 2021, Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul   mendapatkan banyak sekali hibah jenis vaksin Moderna dan masyarakat umum diperbolehkan vaksin dengan merek tersebut. Saya pun mencoba mendaftar pada website ikutvaksin.bantulkab.go.id , namun kali ini saya kurang beruntung sebab quota untuk masyarakat berKTP Non-Bantul telah habis.             Selang beb...